Gambar hormon: Mengupas jenis-jenis kelenjar yang menghasilkan hormon

IPENGENALAN TENTANG HORMON


   A. Definisi hormon


HORMON adalah senyawa kimia vital yang dihasilkan oleh kelenjar endokrin dan dilepaskan ke dalam aliran darah. Ini adalah elemen penting dalam mengatur fungsi tubuh. Semua organisme multiselular atau organisme yang memiliki banyak sel, memproduksi hormon.


   B. Ragam bentuk:


Tidak hanya protein, hormon juga bisa berbentuk lipid atau amin. 

Contohnya: hormon berbentuk protein seperti insulin dan hormon pertumbuhan, lipid seperti estrogen, progesteron, dan testosteron, serta hormon berbentuk amin seperti adrenalin dan noradrenalin, yang berperan dalam respons stres.
Hormon dapat bervariasi dalam komposisi kimianya.


IIFUNGSI HORMON DALAM TUBUH


   A. Peran hormon


Hormon memainkan peran penting dalam mengatur sejumlah besar fungsi dan proses biologis di dalam tubuh manusia. Fungsi-fungsi ini meliputi pertumbuhan, metabolisme, reproduksi, respon terhadap stres, regulasi sistem kekebalan tubuh, dan banyak lagi. Setiap hormon memiliki tugas spesifik dalam mengontrol sistem tubuh. Keselarasan produksi dan respons hormon sangatlah penting untuk mempertahankan kesehatan dan keseimbangan tubuh. Hormon membantu organ tubuh berfungsi secara optimal.


   B. keselarasan produksi dan respon hormon


Ketika kita membicarakan hormon, kita berbicara tentang pesan-pesan penting yang dikirim dalam tubuh kita. Semacam jaringan komunikasi internal yang mengatur berbagai fungsi penting. Mari kita pahami pentingnya keselarasan produksi dan respon hormon.


Mengapa Keselarasan Penting?

Keselarasan produksi hormon adalah seperti menari dalam irama. Keseimbangan dan jumlah yang tepat dari masing-masing hormon sangatlah penting. Jika salah satu hormon terlalu banyak atau terlalu sedikit, bisa menyebabkan masalah kesehatan. Bayangkan jika hormon pertumbuhan bekerja berlebihan, kita bisa berakhir dengan kondisi yang disebut gigantisme


Kadang-kadang, keselarasan produksi dan respon hormon bisa terganggu. Inilah yang menyebabkan masalah kesehatan. Diabetes adalah contohnya, ketika tubuh tidak merespons insulin dengan benar. Ketika hormon-hormon kita keluar dari irama, seperti tarian yang berantakan, tubuh kita mungkin mengalami kesulitan.


Respon hormon adalah bagaimana tubuh kita bereaksi terhadap pesan-pesan ini. Misalnya, ketika kita lapar, hormon insulin membantu mengontrol gula darah dan memberi tahu tubuh kita bahwa sudah saatnya makan. Ini seperti sistem peringatan dini yang mengatakan kepada kita apa yang perlu dilakukan.


III. ASAL USUL


   A. Asal kata


Hormon berasal dari kata Yunani yaitu "hormonē" yang berarti penggerak atau pengatur. Istilah ini diperkenalkan oleh ahli biologi Ernest Starling pada tahun 1902. Hormon adalah zat kimia yang dihasilkan oleh kelenjar endokrin untuk mengatur proses dalam tubuh.


   B. Makna penggerak atau pengatur


Dalam istilah hormon yang diperkenalkan oleh Ernest Starling, "penggerak" atau "pengatur" mengacu pada peran khusus hormon dalam mengendalikan berbagai fungsi di dalam tubuh kita. Bayangkan hormon sebagai pesan kecil yang dikirim oleh sistem tubuh kita untuk memberi tahu bagian-bagian lain apa yang harus dilakukan.

Misalnya, hormon insulin adalah "penggerak" yang memberi tahu tubuh kita untuk mengatur kadar gula darah. Ketika kita makan makanan manis, tubuh kita melepaskan insulin untuk membantu mengendalikan gula darah agar tetap seimbang. Jadi, istilah "penggerak" atau "pengatur" merujuk pada bagaimana hormon berfungsi sebagai komando dalam tubuh kita, memberi perintah untuk menjaga segala sesuatu berjalan dengan baik dan seimbang.


IV. PENEMUAN HORMON 


   A. Penemuan hormon adrenalin


Penemuan hormon adrenalin oleh Jokichi Takamine pada tahun 1901 adalah pencapaian penting dalam dunia ilmu pengetahuan dan kesehatan. Hormon ini ditemukan dalam kelenjar adrenal yang terletak di atas ginjal.

Jokichi Takamine adalah seorang ilmuwan asal Jepang yang melakukan penelitian intensif untuk mengisolasi zat kimia tertentu dari kelenjar adrenal. Hasil penelitiannya mengarah pada identifikasi dan isolasi senyawa yang kemudian dikenal sebagai hormon adrenalin.


Penemuan hormon adrenalin oleh Jokichi Takamine membantu mengungkapkan cara tubuh merespons stres dan membantu kita lebih memahami mekanisme respons fisik terhadap situasi yang memerlukan tindakan cepat. Pencapaiannya ini memberikan sumbangan signifikan dalam pemahaman tentang hormon dan reaksi tubuh terhadap stres, yang pada akhirnya berdampak pada perkembangan ilmu kedokteran dan fisiologi.


   B. Penelitian WILLIAM BAYLISS dan ERNEST STARLING


Pada tahun 1902, William Bayliss dan Ernest Starling melakukan penelitian yang menghasilkan penemuan tentang hormon yang dikenal sebagai "hormon sekresi internal" atau sekretin. Hormon ini diproduksi dalam usus ketika makanan mencapai usus halus dan mengandung asam lambung. Sekretin memicu pelepasan bikarbonat dari kelenjar pankreas, yang membantu menetralisir keasaman makanan dan memastikan lingkungan yang cocok untuk pencernaan yang efisien di usus.

Sekretin diproduksi oleh sel-sel yang terletak di dinding usus. Ketika makanan mencapai usus halus dan mulai mengandung asam lambung, sekretin dilepaskan ke dalam aliran darah. Hormon ini kemudian merangsang kelenjar pankreas untuk menghasilkan jus pankreas yang mengandung bikarbonat. Bikarbonat ini membantu menetralisir keasaman makanan yang berasal dari lambung saat makanan memasuki usus, sehingga menciptakan kondisi yang lebih baik untuk pencernaan dan penyerapan nutrisi.


Dengan kata lain, sekretin yang ditemukan oleh Ernest Starling membantu mengatur keseimbangan pH dalam saluran pencernaan, membantu melindungi jaringan tubuh dari kerusakan akibat keasaman berlebih, dan mendukung proses pencernaan yang efisien. Temuannya ini memiliki dampak penting dalam memahami regulasi hormonal dalam sistem pencernaan.


   C. Kontribusi Jokichi Takamine, William Bayliss, dan Ernest Starling, 


Ketiga ilmuwan besar ini telah memberikan kontribusi yang sangat berarti dalam memahami konsep hormon secara lebih luas. Penemuan hormon adrenalin oleh Jokichi Takamine membuka pintu untuk memahami cara tubuh merespons stres. William Bayliss dan Ernest Starling menghadirkan konsep "hormon sekresi internal" dan sistem umpan balik hormonal, membantu kita memahami bagaimana hormon bekerja bersama dalam tubuh kita. Kesemuanya telah memberikan landasan penting bagi ilmu kedokteran dan biologi, memungkinkan kita untuk menjelajahi kompleksitas sistem endokrin dan memahami peran penting hormon dalam menjaga tubuh kita tetap seimbang dan berfungsi dengan baik. Melalui upaya kolaboratif mereka, penemuan dan kontribusi ini terus mengilhami penelitian lebih lanjut dan mengubah cara kita memahami tubuh kita sendiri.

​​​​​​​​​​​​​V. ENDOKRIN 


   A. Pengenalan sistem endokrin


Sistem endokrin adalah jaringan kelenjar dalam tubuh manusia yang menghasilkan hormon-hormon. Hormon-hormon ini dilepaskan langsung ke dalam aliran darah dan berfungsi sebagai pengatur internal yang mengendalikan berbagai proses tubuh. Sistem endokrin bekerja bersama dengan sistem saraf untuk menjaga keseimbangan dan koordinasi fungsi tubuh secara keseluruhan.


Dalam sistem endokrin, terdapat kelenjar utama yang menghasilkan hormon. Kelenjar-kelenjar ini membentuk sistem yang saling berhubungan dalam tubuh manusia dan berperan dalam mengatur berbagai fungsi fisiologis dan proses metabolisme.


B. Asal kata endokrin 


Kata endokrin berasal dari bahasa Yunani kuno. Yaitu kata "ENDO" yang artinya "dalam", sementara akar kata "KRINEIN" yang berarti memisahkan atau mengeluarkan. Dalam konteks medis dan biologi, istilah "ENDOKRIN" digunakan untuk mengacu pada sistem kelenjar yang menghasilkan hormon-hormon dan melepaskannya langsung ke dalam aliran darah. Jadi, istilah endokrin menggambarkan proses dimana hormon dihasilkan dan dilepaskan langsung ke dalam darah untuk beredar ke seluruh tubuh.


VI. KELENJAR-KELENJAR UTAMA SISTEM ENDOKRIN


Diagram Sistem Endokrin: Kelenjar-kelenjar utama dalam tubuh manusia,



1. HIPOTALAMUS


   A. Lokasi dan peran hipotalamus


Hipotalamus adalah salah satu bagian penting dari otak yang berperan dalam mengatur berbagai fungsi tubuh. Lokasi hipotalamus terletak di bagian dasar otak, tepat di bawah talamus, dan merupakan bagian dari sistem limbik atau wilayah yang berfungsi sebagai penghubung antara sistem saraf pusat dan sistem endokrin. Wilayah ini dibagi menjadi beberapa inti atau nukleus dengan fungsi yang berbeda-beda. Masing-masing nukleus mengatur fungsi spesifik. Anatomi dan struktur hipotalamus memiliki ukuran kecil, namun peranannya sangat krusial dalam mengatur fungsi-fungsi tubuh dan merupakan pusat pengaturan sistem endokrin.


   B. Fungsi hipotalamus dalam mengendalikan produksi hormon oleh kelenjar pituitari


Hipotalamus juga berfungsi dalam mengatur dan mengendalikan produksi hormon-hormon oleh kelenjar pituitari melalui pelepasan hormon pelepas "releasing hormone". Hormon-hormon ini kemudian merangsang kelenjar pituitari untuk menghasilkan dan melepaskan hormon ke dalam aliran darah.

Struktur hormon yang dihasilkan Hipotalamus adalah : hormon peptida atau hormon yang terdiri dari rantai asam amino.


   C. Hormon pelepas dan hormon penghambat

Berikut adalah beberapa jenis hormon pelepas (releasing hormone) dan hormon penghambat (inhibiting hormone) yang dihasilkan oleh kelenjar hipotalamus dan fungsinya:


- Thyrotropin-Releasing Hormone (TRH)

Merangsang produksi hormon tiroid-stimulating hormone (TSH) oleh kelenjar pituitari, kemudian merangsang kelenjar tiroid untuk menghasilkan hormon tiroid, yaitu tiroksin (T4) dan triiodotironin (T3), yang mengatur metabolisme tubuh.


- Corticotropin-Releasing Hormone (CRH) 

Merangsang produksi hormon adrenokortikotropik (ACTH) oleh kelenjar pituitari. ACTH kemudian merangsang kelenjar adrenal untuk menghasilkan hormon kortisol, yang berperan dalam merespons stres dan pengaturan metabolisme tubuh.


- Gonadotropin-Releasing Hormone (GnRH) 

Merangsang produksi hormon luteinizing hormone (LH) dan hormon folikel-stimulating hormone (FSH) oleh kelenjar pituitari. Hormon-hormon ini berperan dalam pengaturan fungsi reproduksi, seperti ovulasi pada wanita dan produksi sperma pada pria.


- Growth Hormone-Releasing Hormone (GHRH) 

Merangsang produksi hormon pertumbuhan (growth hormone/GH) oleh kelenjar pituitari. GH berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan tubuh, termasuk pembentukan tulang dan pertumbuhan otot.


- Growth Hormone-Inhibiting Hormone (GHIH) atau Somatostatin

Hormon penghambat yang menghambat produksi hormon pertumbuhan (GH) oleh kelenjar pituitari. Fungsi utama somatostatin adalah mengatur pelepasan hormon-hormon lain dalam tubuh.


2. KELENJAR PITUITARI


   A. Lokasi dan peran pituitari


kelenjar pituitari, adalah kelenjar endokrin berukuran kecil yang terletak di dasar atau pangkal otak, tepat di bawah hipotalamus. Kelenjar ini memiliki peran kunci dalam mengatur berbagai fungsi fisiologis tubuh melalui pelepasan hormon-hormon yang mengontrol kerja berbagai kelenjar endokrin lainnya. 


   B. Lobus anterior, lobus posterior dan lobus tengah hipofisis


1. Lobus anterior (adenohypophysis)

 

- Hormon tiroid stimulating hormone (TSH) 

Fungsi: Merangsang produksi & sekresi hormon tiroid

Struktur hormon: Glikoprotein atau protein yang mengandung gula atau karbohidrat yang terikat pada rantai protein

Pengatur Hormon: Kadar tiroksin darah, Hormon hipotalamus


- Hormon adrenokortikotropik (ACTH)

Fungsi: Merangsang korteks adrenal untuk mengeluarkan kortisol & steroid lainnya

Struktur hormon: Polipeptida atau rantai asam amino yang lebih panjang

Pengatur Hormon: Corticotropin-releasing hormone (CRH) dari Hipotalamus, tingkat kortisol darah


- Hormon luteinizing hormone (LH) 

Fungsi: memiliki peran penting dalam mengatur fungsi reproduksi, ovarium pada wanita dan testis pada pria dan produksi hormon seks (estrogen dan progesteron pada wanita, dan testosteron pada pria)

Struktur hormon: peptida

Pengatur hormon: gonadotropin-releasing hormone (GnRH) yang dihasilkan oleh hipotalamus


- Hormon folikel-stimulating hormone (FSH) 

Fungsi: Memiliki fungsi yang sama dengan luteinizing hormone (LH) mengatur fungsi refroduksi

Struktur hormon : peptida 

Pengaturan hormon : hipotalamus 


- Hormon prolaktin 

Fungsi: Meningkatkan produksi dan sekresi susu pada wanita setelah melahirkan

Struktur hormon: protein 

Pengatur hormon : Hipotalamus


- Hormon pertumbuhan (GH) 

Fungsi: Merangsang pertumbuhan tulang dan otot, meningkatkan sintesis protein dan mobilisasi lemak 

Struktur hormon: Protein

Pengatur hormon : Hipotalamus 


2. Lobus posterior (neurohypophysis)


- Hormon antidiuretik 

Fungsi: meningkatkan penyerapan air dari ginjal, menaikkan tekanan darah

Struktur hormon: peptida

Pengatur hormon: Osmolaritas darah atau ukuran seberapa banyak suatu zat telah larut dalam zat lain


- Hormon Oksitosin 

Fungsi: Merangsang kontraksi rahim hamil dan keluarnya ASI setelah melahirkan

Struktur hormon: peptida

Pengatur hormon : Sistem saraf


3. Hipofisis Pars Intermedia (Intermediate Lobe)


Kelenjar hipofisis pars intermedia, juga dikenal sebagai lobus tengah hipofisis, yang terletak di bagian bawah otak, tepat di bawah hipotalamus. 

Pars intermedia adalah bagian yang lebih kecil dan terletak di antara pars anterior dan pars posterior hipofisis. Namun, pada manusia dewasa, pars intermedia biasanya mengalami penurunan dan menjadi lebih tipis atau bahkan menghilang sepenuhnya dan memiliki peran yang lebih kecil dalam regulasi hormon. 

Pada tahap awal kehidupan, pars intermedia lebih berfungsi dan berperan dalam pengaturan beberapa hormon.

Pars intermedia hipofisis menghasilkan hormon melanosit-stimulating hormone (MSH) dan beberapa fragmen hormon peptida yang dihasilkan oleh hormon pro-opiomelanocortin (POMC). Hormon MSH berperan dalam regulasi pigmentasi kulit dengan mempengaruhi produksi melanin dalam sel-sel kulit. Namun, pada manusia, peran MSH dari pars intermedia tidak sebesar perannya pada beberapa hewan, seperti amfibi.


3. KELENJAR PINEAL


Kelenjar pineal adalah bagian dari sistem endokrin, terletak di tengah otak, di atas bagian tengah otak yang disebut korpus kallosum. Kelenjar pineal menghasilkan hormon melatonin, fungsi hormon MELATONIN adalah hormon yang berperan dalam mengatur ritme sirkadian dan tidur dalam tubuh manusia.

Struktur hormon: Derivatif Asam Amino atau Katekolamin

Pengatur Hormon: Paparan terhadap siklus terang/gelap


4. KELENJAR TIROID


A. Lokasi dan peran kelenjar tiroid


Kelenjar tiroid adalah kelenjar endokrin berukuran kecil yang terletak di bagian depan leher, tepat di bawah laring. Kelenjar ini memiliki bentuk menyerupai kupu-kupu kecil dengan dua lobus yang terhubung oleh jembatan jaringan yang disebut isthmus dan menghasilkan hormon  tiroksin (T4) dan triiodotironin (T3). Tiroksin (T4) adalah prekursor atau molekul yang berfungsi sebagai bahan baku dari triiodotironin (T3), yaitu hormon tiroid yang lebih aktif secara biologis. T4 kemudian mengalami konversi menjadi T3 di dalam tubuh sebelum berfungsi dalam mengatur metabolisme


B. Fungsi hormon tiroid


Hormon tiroid memiliki dampak yang luas pada berbagai sistem tubuh, termasuk: Meningkatkan laju metabolisme basal, yang mempengaruhi bagaimana tubuh memproses makanan menjadi energi. Perkembangan normal otak, sistem saraf pusat, dan tulang pada bayi dan anak-anak. Mempengaruhi suhu tubuh dan regulasi suhu. Mempengaruhi detak jantung dan kontraksi otot jantung. Memengaruhi suasana hati, konsentrasi, dan fungsi kognitif atau Mood dan Kognisi.


Hormon yang dikeluarkan:

Hormon Tiroksin & Triiodothyronine berfungsi Mengembangkan & memelihara organ & ciri khas alat kelamin wanita, memulai pembangunan lapisan rahim juga memiliki peran penting dalam perkembangan otak dan sistem saraf pada bayi dan anak-anak.

Kedua hormon ini berperan penting dalam mengatur kecepatan metabolisme basal dan berbagai proses metabolik dalam tubuh, termasuk penguraian nutrisi dan produksi energi.

Struktur hormon: Asam Amino yang mengandung atom yodium

Pengatur hormon: Thyroid-stimulating hormone (TSH), diatur oleh thyrotropin-releasing hormone (TRH) dari otak


Hormon yang dilepaskan:

Hormon kalsitosin (thyrocalcitonin) berfungsi Menghambat pelepasan kalsium dari tulang sehingga menurunkan kadar kalsium darah.

Struktur hormon: Peptida

Pengatur hormon: Konsentrasi kalsium darah


5. KELENJAR PARATIROID


A. Lokasi dan peran kelenjar paratiroid


Kelenjar paratiroid adalah empat kelenjar kecil yang terletak di belakang kelenjar tiroid di leher. Meski namanya hampir serupa dengan kelenjar tiroid, kelenjar paratiroid memiliki fungsi yang sama sekali berbeda. Kelenjar-kelenjar ini memainkan peran penting dalam mengatur keseimbangan kadar kalsium dan fosfat atau komponen utama dalam molekul-molekul seperti DNA,RNA dalam darah dan keseimbangan elektrolit dalam tubuh.


Hormon yang dilepaskan : Parathormon (Parathyroid Hormone - PTH)

Struktur hormon: Peptida

Pengatur Hormon: Konsentrasi kalsium dalam darah


B. Fungsi parathormon (PTH)


Fungsi utama Parathyroid Hormone - PTH meningkatkan kadar kalsium darah dengan beberapa cara:


- Meningkatkan Pelepasan Kalsium dari Tulang

- Meningkatkan Reabsorpsi Kalsium dalam Ginjal

- Peran Keseimbangan Kalsium


Pengaturan Produksi PTH diatur oleh mekanisme umpan balik yang kompleks. Ketika kadar kalsium dalam darah menurun, kelenjar paratiroid merespons dengan meningkatkan produksi dan pelepasan PTH. Peningkatan PTH kemudian merangsang proses-proses di atas untuk meningkatkan kadar kalsium darah kembali ke tingkat normal.


6. KELENJAR ADRENAL (KELENJAR SUPRARENAL MEDULLA DAN KORTEKS)


A. Lokasi dan peran kelenjar adrenal

 

Kelenjar adrenal adalah sepasang kelenjar yang terletak di atas ginjal. Satu di setiap sisi tubuh, satu di sisi kiri tubuh dan satu di sisi kanan dan keduanya memiliki struktur dan fungsi yang serupa. Kelenjar adrenal memiliki dua bagian utama: korteks adrenal (bagian luar) dan medulla adrenal (bagian dalam). Kedua bagian ini menghasilkan hormon-hormon yang penting untuk berbagai fungsi tubuh.


Pengaturan Kelenjar Adrenal diatur oleh sistem saraf otonom dan hormon-hormon tertentu yang dihasilkan oleh kelenjar hipotalamus dan kelenjar pituitari. Misalnya, hormon kortikotropin-releasing hormone (CRH) yang dihasilkan oleh hipotalamus merangsang kelenjar pituitari untuk melepaskan hormon adrenocorticotropic hormone (ACTH), yang pada gilirannya merangsang korteks adrenal untuk menghasilkan hormon-hormon kortisol dan androgen.


B. Peran korteks adrenal dan medulla adrenal


- Korteks Adrenal

Korteks adrenal adalah bagian luar kelenjar adrenal yang menghasilkan berbagai hormon steroid. Ada tiga zona utama dalam korteks adrenal, dan masing-masing zona ini menghasilkan hormon-hormon yang berbeda:


1. Zona Glomerulosa


Zona ini menghasilkan hormon mineralokortikoid, terutama aldosteron. Aldosteron berperan dalam mengatur keseimbangan elektrolit, mengatur ekskresi natrium, air dan kalium oleh ginjal.

Struktur hormon: steroid

Pengatur hormon: Renin dan Angiotensin


2. Zona Fasciculata


Zona ini menghasilkan hormon glukokortikoid atau kortikosteron terutama kortisol. Kortisol memiliki banyak fungsi, mengatur konsentrasi glukosa darah dengan memengaruhi banyak aspek metabolisme karbohidrat; Mempengaruhi pertumbuhan; Mengurangi efek stres dan termasuk mengurangi peradangan atau anti inflamasi

Struktur hormon: steroid

Pengatur hormon: Corticotopin-releasing hormone (CRH) dari hypthalamus, adrenocorticotropic hormone (ACTH)


3. Zona Reticularis


Zona ini menghasilkan hormon androgen, termasuk dehidroepiandrosteron (DHEA). Hormon ini berperan dalam perkembangan seksual dan memiliki efek yang lebih rendah daripada hormon seks seperti testosteron dan estrogen.

Berkontribusi pada karakteristik seks sekunder terutama setelah menopause pada wanita

Struktur hormon: steroid 

Pengatur Hormon: Adrenocorticotropic hormone (ACTH)


-Medulla Adrenal


Medulla adrenal adalah bagian dalam kelenjar adrenal yang menghasilkan hormon epinefrin (adrenalin) dan norepinefrin (noradrenalin). Hormon-hormon ini berperan dalam merespons situasi stres dan membentuk bagian dari respons "fight or flight" tubuh terhadap ancaman atau situasi darurat. Selain peran yang diatas ada beberapa fungsi yang lain dari hormon epinefrin (adrenalin) dan norepinefrin (noradrenalin).


- Hormon Epinefrin (adrenalin) 

Fungsi: Menyempitkan pembuluh darah di kulit, ginjal dan usus yang meningkatkan suplai darah ke jantung, otak dan otot rangka dan menyebabkan peningkatan detak jantung dan tekanan darah, merangsang kontraksi otot polos, meningkatkan kadar glukosa darah yang meningkatkan ketersediaan energi

Struktur Hormon: Turunan Asam Amino atau Katekolamin

Pengatur Hormon: Sistem saraf simpatik


- Hormon Norepinefrin (noradrenalin)

Fungsi: Menyempitkan pembuluh darah ke seluruh tubuh, meningkatkan detak jantung dan kontraksi otot jantung, meningkatkan tingkat metabolisme

Struktur Hormon: Turunan Asam Amino atau Katekolamin

Pengatur Hormon: Sistem saraf simpatik.


7. KELENJAR PANKREAS


A. Fungsi eksokrin dan endokrin kelenjar pankreas serta lokasi


Kelenjar pankreas adalah organ yang terletak di belakang perut, di antara lambung dan tulang belakang. Kelenjar ini memiliki dua fungsi utama yang sangat penting dalam tubuh yaitu fungsi endokrin dan fungsi eksokrin.

Fungsi kelenjar Pankreas sebagian besar berfungsi sebagai bagian eksokrin, yaitu menghasilkan enzim-enzim pencernaan yang dikeluarkan ke dalam saluran pencernaan. Seperti amilase, lipase, dan tripsin, membantu memecah makanan menjadi molekul-molekul yang lebih kecil yang lebih mudah dicerna dan diserap oleh usus.

Fungsi endokrin: Kelenjar pankreas juga memiliki kelompok sel yang disebut sel-sel pulau atau islet cells yang terletak tersebar di antara jaringan eksokrin. Sel-sel ini bertanggung jawab untuk menghasilkan hormon-hormon penting yang terlibat dalam regulasi gula darah.


B. Hormon-hormon yang dihasilkan oleh sel-sel pulau atau islet cells


Tiga hormon utama yang dihasilkan oleh sel-sel pulau pankreas adalah:


1. Insulin

Hormon ini berfungsi dalam mengatur kadar glukosa atau gula dalam darah. Insulin membantu glukosa masuk ke dalam sel-sel tubuh, sehingga menurunkan kadar glukosa darah. Meningkatkan penyimpanan glikogen di hati dan menstimulasi sintesis protein

Struktur: Polipeptida

Pengatur hormon: Konsentrasi glukosa darah


2. Glukagon

Hormon ini berperan dalam meningkatkan kadar glukosa dalam darah. Glukagon merangsang pelepasan glukosa dari cadangan glikogen di hati ke dalam darah

Struktur Hormon: Polipeptida

Pengatur Hormon: Konsentrasi glukosa darah dan asam amino


3. Somatostatin

Hormon ini memiliki efek penghambatan terhadap pelepasan insulin dan glukagon, membantu menjaga keseimbangan gula darah.

Struktur Hormon: Peptida

Pengatur hormon: Sistem saraf, umpan balik dari hormon pertumbuhan


8. KELENJAR TIMUS


A. Penjelasan tentang peran penting kelenjar timus


Kelenjar timus adalah organ kecil yang terletak di atas jantung di dalam dada, tepat di belakang tulang dada.

Nama "kelenjar timus" berasal dari kata Yunani "thymos," yang berarti semangat atau semangat hidup. Penamaan ini dikaitkan dengan bentuk kelenjar yang menyerupai baju pelindung anak laki-laki dalam mitologi Yunani, yang disebut "thymos". Kelenjar timus pertama kali dijelaskan oleh ahli anatomi Yunani, Galen (129–200 M). Kelenjar timus memainkan peran penting dalam sistem kekebalan tubuh dan perkembangan sistem imun pada tahap awal kehidupan. Selama masa kanak-kanak dan remaja, kelenjar timus bertumbuh dan mencapai ukuran maksimalnya. Pada saat itu, kelenjar timus mengandung banyak sel-sel T yang sedang berkembang. Namun, seiring bertambahnya usia, kelenjar timus cenderung mengalami involusi atau pengkerutan dan penurunan ukuran lalu digantikan oleh jaringan lemak. Proses ini normal dan merupakan bagian dari proses penuaan. Meskipun kelenjar timus cenderung menurun ukurannya seiring pertambahan usia, perannya dalam perkembangan awal sistem kekebalan tetaplah penting.


Kelenjar timus memiliki fungsi utama dalam pengembangan dan pematangan sel-sel T atau sel T-limfosit, yang merupakan jenis sel yang penting dalam sistem kekebalan tubuh. Sel-sel T membantu melawan infeksi dan memainkan peran penting dalam mengenali "diri" dari "asing" dan untuk tidak menyerang jaringan tubuh sendiri, proses ini disebut sebagai seleksi negatif dan positif dan merespons zat-zat asing dalam tubuh.


B. Hormon-hormon timus yang dihasilkan 


- Thymosin Alpha-1: 

Hormon ini berperan dalam merangsang perkembangan, pematangan, dan aktivasi sel-sel T. Thymosin alpha-1 membantu meningkatkan respons imun tubuh terhadap infeksi dan kanker.


- Thymosin Beta-4: 

Hormon ini terlibat dalam perbaikan jaringan dan penyembuhan luka. Ini juga berperan dalam migrasi sel-sel imun ke tempat-tempat peradangan.


- Thymulin: 

Hormon ini berperan dalam pengaturan produksi hormon tiroid dan juga berkontribusi pada pematangan sel-sel T. Thymulin juga mempengaruhi sistem kekebalan dan aktivitas fungsional sel-sel T.

Struktur hormon: Peptida 

Pengatur hormon: interaksi sistem saraf dan sistem kekebalan tubuh. 


9. KELENJAR REPRODUKSI: OVARIUM (PADA WANITA) DAN TESTIS (PADA PRIA)


A. Lokasi dan peran ovarium dalam menghasilkan


Ovarium (Indung Telur)


Kelenjar ovarium atau indung telur terletak dalam rongga panggul wanita, di kedua sisi rahim. Secara lebih spesifik, ovarium terletak di kedua sisi rongga panggul, berdekatan dengan dinding dalam rongga panggul. Ovarium berada di atas ligamen yang menghubungkan rahim dengan dinding panggul.


Berikut beberapa komponen penting Ovarium (Indung Telur):


- Ovarium (Folikel) menghasilkan hormon Estrogen yang berfungsi Mengembangkan juga memelihara organ dan karakteristik alat kelamin wanita, serta memulai pembangunan lapisan rahim.

Struktur Hormon: Hormon Steroid

Pengatur Hormon: Follicle-stimulating hormone (FSH)


- Ovarium (Corpus Luteum) menghasilkan Progesteron dan Estrogen yang berfungsi untuk mempengaruhi perkembangan payudara, siklus menstruasi, diferensiasi lapisan rahim dan menjaga kehamilan

Struktur Hormon: Hormon Steroid

Pengatur hormon: FSH & Luteinizing hormone


B. Lokasi dan peran testis 


Testis (Buah Zakar)


Kelenjar testis atau buah zakar terletak di skrotum, kantong kulit yang terletak di bawah penis. Testis terletak di dalam skrotum dan tergantung di luar tubuh. Testis berada di dalam skrotum untuk menjaga suhu yang lebih rendah daripada suhu tubuh, yang penting untuk produksi sperma yang sehat.


Kelenjar testis menghasilkan hormon Androgen terutama testosteron yang berfungsi untuk Mengembangkan, memelihara organ karakteristik alat kelamin pria, membantu produksi sperma

Struktur Hormon: Hormon Steroid

Pengatur hormon: FSH & LH


Beberapa komponen penting kelenjar testis:


- Tubulus Seminiferus yang menghasilkan sperma. Proses pembentukan sperma, yang disebut spermatogenesis, terjadi di dalam tubulus seminiferus.


- Leydig cells atau sel Leydig adalah sel-sel khusus dalam testis yang menghasilkan hormon testosteron. Testosteron adalah hormon seks pria yang berperan dalam perkembangan karakteristik seksual sekunder pria, pertumbuhan otot, dan regulasi produksi sperma.


- Epididimis: setelah spermatozoa terbentuk di tubulus seminiferus, mereka akan masuk ke epididimis untuk matang dan berkembang menjadi sperma yang benar-benar bergerak atau motil.


VII. KESIMPULAN


Secara singkat, hormon dan sistem endokrin adalah bagian penting dalam tubuh kita yang mengatur berbagai fungsi dan keseimbangan. Hormon berperan seperti 'pesan' kimia yang dikirimkan oleh kelenjar endokrin untuk mengatur pertumbuhan, metabolisme, suasana hati, dan lebih banyak lagi. Sistem endokrin membantu menjaga stabilitas tubuh dengan cara yang halus dan sangat efektif.


Dengan pemahaman yang lebih baik tentang hormon dan sistem endokrin, kita dapat lebih menghargai bagaimana tubuh kita berfungsi dan merawat kesehatan kita. Melalui peran mereka dalam mengontrol banyak aspek hidup kita, hormon dan sistem endokrin terus mendukung kelangsungan hidup dan kesejahteraan kita.